Demo-Pornokrasi
Sumber gambar: http://alittlereality.blogspot.co.id/2012_03_01_archive.html Siang itu, sebuah pesan singkat elektronik hadir melalui gawai saya. Pesan itu merupakan undangan seorang kawan untuk datang mengunjungi sebuah pameran bertema “Demokrasi”. Karena saya dan dia telah lama tidak bersua, saya pikir ada baiknya juga untuk mengunjunginya sekaligus bertukar kabar. Ya, kadang untuk sekedar bertatap muka saja sering kali harus dirumuskan dahulu alasannya. Pun akhirnya saya mau juga, dan pada malam harinya saya memenuhi undangan tersebut. Maka berjumpalah kami disana dengan kehendak kami ingin bercerita, meskipun sepatah-patah, dan tidak pernah tuntas. Pameran tersebut sebetulnya tidak sesenorok dan semeriah yang seringkali diupacarakan di galeri-galeri komersil. Malahan, pameran berkesan seperti para masyarakat seni yang sedang hadir bak para pelayat. Dalam presentasinya yang sederhana namun tetap memperhatikan detil, mempertontonkan berbagai karya-karya replika yang m...