Posts

Showing posts with the label love and relationship

Sic Mundus Creatus Est

Image
"Tampaknya, kefanaan ini memang sekonyong-konyong menjadi begitu berharga di hadapan ketiadaan." “Tic Tac Tic Tac Tic Tac…” begitulah yang diucapkan Helge Doppler, ia adalah seorang karakter pada serial film Dark. Ya, semenjak masa pageblug ini melanda dunia, kesadaranku diajak menelusuri lorong-lorong labirin pikiran. Aku pikir aku memang gila ringan, dan menonton tayangan Netflixlah menjadi paracetamol akan hal itu. Ah ya pageblug, apa yang baru dari hal itu, toh sejak zaman Nabi Musa pun juga sudah melanda bangsa Mesir, toh Albert Camus juga sudah bercerita panjang lebar dari sudut pandangnya. Sebuah cerita-cerita yang sejak masa-masa terpenjara di sekolah menengah sudah kunikmati lembar demi lembar bacaannya, terkait bagaimana kita memperjuangkan kehidupan ini secara habis-habisan. Mungkin ada benarnya juga, apabila sedang bergumul hendaknya jangan menonton tontonan yang be-rating tinggi. Sebaiknya tontonlah film-film action atau drama-drama remaja chicklit saja… Ah, ya ...

Kaleidoscope 2018

Image
Percayakah kamu bahwa sebuah sejarah akan berulang? Seberapa yakinkah kamu bahwa jalan hidup seseorang sudah digariskan oleh sebuah takdir, bahwa seberapa kuat dirimu mendayung kapalmu, toh akhirnya hanya tiba pada sebuah tempat yang sudah ditentukan sebelumnya. Suatu predestinasi dalam hidup, yang membawa kita mengalami suatu kejadian yang sama dan berulang. Oh, semesta apakah rencanamu atas hidupku? Semesta dan cinta, sumber gambar: www.express.co.uk Sudah dua tahun berlalu semenjak kapalku berlayar, namun hanya bisa terombang-ambing di tengah-tengah samudera ketidakpastian. Apa yang hendak diimpikan dan dibangun dua tahun lalu lambat laun akan sirna. Kapal yang tadinya dibangun bersama, dengan lunas yang besar dan tiang-tiang layar yang begitu tinggi, porak-poranda diterjang badai keserakahan dan kepongahan. Pun sekarang, masing-masing awaknya menyelamatkan diri dengan sekoci kecil pribadinya, meninggalkan seorang nahkoda durjana bersama kapal bobroknya. Tahun ini, pela...

Amor Vincit Omnia

Image
Ketika ‘Cinta’ berjaya mengalahkan segalanya. Mungkin hal ini terdengar naïve dan tolol. Seolah kita langsung menyandang gelar ‘budak cinta’. Seolah lantas kita terpasung dalam hidup kita untuk serba terjebak dalam mekanisme cara berada, yaitu dengan mengais-ngais rasa dari setiap orang sebagai keutamaannya. Serba berharap dari perjumpaan kita untuk selalu mendapat rasa yang sama. Lantas apakah hal ini salah, apakah ini hal yang memalukan? Apakah memiliki perasaan ‘cinta’ kepada orang lain itu lantas salah? Apakah jika sudah menjadi suami istri, kemudian tidak boleh ‘berperasaan cinta’ kepada orang lain? Ungkapan rhetoris itu pun membuka perihal tentang 'cinta'. Sumber gambar: https://en.wikipedia.org/wiki/Amor_Vincit_Omnia_(Caravaggio) Hal ini menjadi penting ketika makna ‘cinta’ semakin banal, semakin pragmatis, yang seolah cinta ini sama seperti ‘uang’ fungsinya. Tidak jarang kita mendapat penghakiman dari sekeliling kita, apalagi jika sudah menyangkut beda gender...

Tempus Fugit

Image
Entah… mungkin kata yang paling tepat untuk mulai mengungkapkan segala hiruk pikuk rasa yang berkecamuk menghampiriku bulan ini. Yeah “Wake me up when September ends!” kupikir itu lebih baik, ketimbang aku harus membongkar dan menyusun kembali segala sesuatu di pikiranku. Setelah perjalanan panjang pendidikan yang menguras emosi. Meskipun selesai, namun hanya menghadirkan pesimisme baru. Ingatan akan drama relasi, antara romantika dan pengkhianatan, antara profesionalisme ideal dan oportunisme dangkal... Kembali lagi aku tidak berhasil mejejak realitas, tidak berhasil melompat lagi. Hanya penuh tanya dan curiga, segalanya kutangguhkan… hanya bisa menunggu apa yang nyata. Early midlife crisis? Mungkin saja, tapi ya itu tadi entah, aku tidak tahu, hanya kehilangan orientasi.. ku pikir. Sumber gambar: http://allartsgallery.com/paintings/paintings/923/medium_medium_Tempus_fugit-35x30_cm_1__1_.jpg?1292091027 Tadinya aku hanya ingin menyimpannya saja dalam benakku, namun hal ini ku...

Dialektika Relasi (3) Lanjutan

Image
Sumber gambar: http://www.relatably.com/q/img/jean-paul-sartre-quotes/sartre.jpg Dalam menanggapi pendahulunya, Sartre tidak setuju dengan konsep ‘Ada’ Heideggerian yang menurutnya terdapat kekeliruan membaca ada itu sendiri bilamana pendasarannya berangkat dari fenomenologi Husserl. Ada tiga pelajaran besar yang diberikan Sartre terkait dengan masalah eksistensi manusia, yaitu (1) Être en Soi , (2) Être pour Soi , dan (3) L’Être et le Néant yang dalam terjemahan bahasa Inggrisnya adalah (1) being-in-itself , (2) being-for-itself dan (3) being and nothingness [1] . Keseluruhannya dapat dirangkum sebagai eksistensialis kontijensi, atau keberadaan manusia adalah karena pilihan berkehendak atas kebebasan sendiri yang berdasar pada situasi dunianya. Manusia ada karena kebebasannya.     Lantas apa kaitannya dengan dialektika relasi, dalam bahasan disini akan banyak menggunakan pemikiran dari Magnis-Suseno terkait dengan relasi alá Sartre dalam salah satu bab di...