Posts

Kolektivisme: Suatu egoisme terselubung dalam dialektika aku – kalian.

Sebuah fenomena tren yang tidak baru dalam hal media komunikasi, ya Whatsapp group ! Sebenarnya tidak ada yang salah dengan sebuah aplikasi berkirim teks dari gawai canggih digital itu, yang jadi masalah adalah pemilik yang sekaligus penggunanya. Agaknya saya masih setuju dengan ujaran “smartphone doesn’t necessarily make you smart!” dan juga pun setuju dengan ujaran lain “ smartphone mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat!”. Teknologi sekarang ini semakin mengasingkan individu penggunanya. Mudah saja, alih-alih mengumpulkan orang setiap minggu, buat saja grup whatsapp-nya, kemudian langsung bertukar informasi di dalam grup tersebut. Seolah totalitas interaksi antar manusia direduksi menjadi sebuah serial teks belaka, dan ngerinya lagi kualitas hubungan antar personal disama-ratakan dengan permainan keguyuban dan eksklusivitas kelompok. Jujur saya cukup sinis dengan hal ini. Selain masalah berbagai pelanggaran etika dalam berkomunikasi, bahaya lain pun juga muncul, misalnya a...

Kematian dan Batas Eksistensi

Image
Berbicara mengenai garis finish, tentu saja bukan sebuah kemenangan spektakuler seperti dalam acara-acara perhelatan olahraga, namun lebih kepada kemenangan pribadi. Seorang manusia yang dijemput ajal, yang tidak tahu dan entah kemana manusia itu pergi meninggalkan adanya-di-dunia. Memang telah menjadi permenungan saya beberapa bulan terakhir ini. Ya! Soal ‘kematian’. Entah mengapa banyak berita duka yang menghampiri, seolah pribadi-pribadi ini tanpa disangka dan direncanakan pergi begitu saja. Ada yang berpamitan, seolah tahu kapan ajal menjemputnya. Ada yang tiba-tiba juga pergi tanpa pamit. Hal ini pun juga membuat diriku termenung, dan mungkin diriku masih terlalu muda untuk memikirkan soal makna kematian. Sumber: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/a/ab/Caravaggio_-_La_Deposizione_di_Cristo.jpg Mendengar berita duka, kematian, kehilangan, itu memang menyedihkan. Apalagi bagi orang yang ‘masih hidup’ dan ditinggalkannya. Makna kematian sungguh berbeda d...

Kehidupan Ekonomi dan Bekerja

Image
Pernahkah anda merasa cemas karena pekerjaan? Situasi kantor yang kian tidak kondusif. Atasan baru yang membawa gerbong kroni dari organisasi lama nya . Bos super cerewet yang tidak pernah paham apa yang ingin dikerjakan nya dan yang ada hanya sering menyalahkan bawahan . Senior yang tiba-tiba meminta melalui ‘ WA via jalur pribadi’ dengan rayuan setengah paksa untuk mengerjakan dokumen-dokumennya di tengah istirahat malam kita. Kolega dan teman sejawat yang dipecat tanpa alasan yang jelas. Perampingan organisasi karena krisis global. Atau, alasan manajemen apalagi yang terkadang membuat kita selalu sulit tidur. Apapun itu segala kejadian yang kadang tidak terhindarkan dalam dunia kerja. Inilah dunia manusia! Sumber gambar:  https://liveraf.files.wordpress.com/2012/06/this8.png Akan tetapi, dari segala situasi di atas bukankah memang seperti itu ( baca: wajar dan lumrah) konsekuensinya ketika kita bekerja di dalam sebuah organisasi. Titik balik dari kondisi itu, p...