Posts

Homo Digitalis (1): Sebuah tanggapan

Image
Manusia dan dunia adalah masalah filsafat eksistensialisme, akan tetapi dengan kelahiran dunia baru, yaitu dunia digital, apakah lantas hal ini kemudian menjadikan membuka kembali persoalan eksistensialisme? Artikel ini adalah upaya refleksi penulis terkait dengan kesadaran akan tata dunia baru dengan kehadiran cyberspace ini. Dunia virtual ini sendiri lahir di era kapitalisme lanjut, sebagai bagian dari globalisasi. Era pertukaran informasi tanpa batas dan laju modernisasi yang melahirkan berbagai macam modus-modus baru pada manusia sebagai agen utama dalam kehidupan ini. Revolusi Perancis yang menuntut pemisahan antara kekuasaan Agama dan kekuasaan Negara, Sumber gambar: historyjk.blogspot Artikel ini sendiri berangkat dari tulisan Homo Digitalis karya F. Budi Hardiman yang terbit di harian Kompas pada hari Kamis tanggal 1 Maret 2018, yang berangkat dari keterlemparan dan kecemasan manusia sebagai Dasein. Manusia dan dunianya adalah suatu kondisi yang tidak terpisahkan,...

Benediktus dari Spinoza (4): Tanggapan atas konsep ketuhanan Spinoza

Image
Pembuktian Tuhan dari bangunan ontologi Spinoza memang seolah menjadi lebih masuk akal untuk menjelaskan misteri kekuatan Alam semesta. Namun bagaimana relasi antara iman dan akal budi dalam pandangan Spinoza ini? Jika, sesuatu yang transenden sudah ditolak, maka bagaimana peran teologi itu sendiri? Galaxy Bimasakti di langit malam ketika dilihat dari Bumi. Panteisme memandang bahwa Alam Semesta (Universe) merupakan Tuhan yang terjelma dalam segala hal. Dalam cara pandang Panteisme kita diajak untuk menghormati apa saja yang ada di alam, terutama bumi yang kita tinggali ini. Sumber gambar: www.bbc.com Dalam logika imanensi mutlak semacam ini, justru kita dihadapkan pada sebuah ambiguitas subyek antara Tuhan itu sendiri dan diri kita sendiri, karena sifat personal Tuhan menjadi hilang. Perbuatan baik dan jahat pada manusia misalnya, bukankah ini membawa suatu kontradiksi diri pada pribadi Tuhan, sehingga akan menyulitkan kita untuk memahami hubungan individu dengan Tuhan seca...

Hidup Nomaden: Ketika Airport Menjadi Rumah

Image
Bukan suatu keputusan yang bersifat spontanitas untuk mengunjungi Canggu. Sudah lama memiliki keinginan untuk berpindah dari suatu tempat. Rasa ketidakkerasan dalam suatu ruang sosial di kota urban yang makin lama semakin menyerang psikologis diri. Ada sebuah pertanyaan reflektif terkait dengan ketidakkerasan ini dan keinginan untuk pindah dan tinggal di kota-kota lain. Bukankah sejatinya hidup ini memang sebuah perjalanan, yang tidak pernah menginginkan suatu persinggahan dalam waktu? Persawahan di daerah Pererenan, Mengwi. Sumber gambar: Penulis Hasil dari riset beberapa informasi yang dilansir blog-blog para warga expat yang tinggal di daerah itu, pekerjaan mereka adalah self-employment , dengan kata lain mereka bekerja untuk diri mereka sendiri. Kebanyakan mereka bekerja sebagai tenaga kerja lepas digital. Seorang tetangga villa yang saya tinggali mengkonfirmasi hal itu. Hasil obrolan singkat kami saat itu ada hal-hal yang membuat saya semakin penasaran, mengapa Canggu m...

Benediktus dari Spinoza (3): Pengaruh tradisi pemikiran filsafat dalam pandangan ketuhanan Spinoza

Image
Spinoza melanjutkan tradisi berpikir Aristoteles sebagai upaya menjawab penyebab segala yang ada. Tuhan sebagai substansi, merupakan penyebab dari segala sesuatu yang ada [lih. IP 18  ]. Hal ini sejalan dengan konsep  motor immobil,  sebagai kritik terhadap sesuatu hal yang  a priori  seperti pada teori Idea pada Platon. Aristoteles pernah berargumentasi, bahwa kita harus mempelajari atribut-atribut yang berbeda pada manusia, yaitu suatu atribut alasannya. Suatu makhluk rasional akan melakukan askese atas alasan-alasannya melalui dua cara, baik teoritis maupun praktis. Kebahagiaan akan datang dari askese yang tepat pada alasan-alasan praktis, maka dari itu adalah sebagai pemenuhan kodrat kita, dan bukan menyangkalnya. Kebahagiaan akan dicapai ketika suatu makhluk itu melakukan dan merasakan sesuatu yang spontan merupakan kodrat rasional mereka. “Deus sive Natura” Artist: Shoshannah Brombacher, Pastel and ink on paper, 18 X 24 inches, New York 2012 sumber:...

Αμβροσία

Image
Tepat di tanggal 01 Februari 2018 kemarin, berjalan enam tahun sepuluh hari semenjak Kundi Amerta , Blog ini terus merekam berbagai jejak-jejak pemikiran. Tidak disangka ternyata pengunjung blog ini mencapai 33180 dengan rata-rata 5-20 kunjungan per hari, dengan komposisi pengunjung paling banyak dari Indonesia yaitu sebesar 73.73% (untuk lengkapnya dapat memperhatikan gambar peraga 1). Dalam hal ini, untuk artikel yang paling diminati adalah Membuat Telaah Kritis bagian Kedua. Melalui data tersebut, dengan tidak mempertimbangkan adanya keterlibatan  hacker maupun botnet , artinya porsi terbesar audiens dari blog ini sudah tepat sasaran yaitu para warganet Indonesia yang membutuhkan informasi terkait dengan tema-tema kuliah penelitian bagian pengantar. Tema-tema ini adalah hal-hal metodologis yang mengupayakan sikap kritis peneliti. Hal ini penting bagi kami untuk terus berkarya menyebarluaskan ilmu pengetahuan, mengingat bahwa ketimpangan ekonomi dan jurang literasi masyarakat ...