Posts

ExcelSum : Data Validation List Bertingkat Menggunakan INDIRECT

Image
Kebingungan pelayan baru, bernama Tinton, di sebuah warung tenda seafood di daerah Ciater, Serpong; mengakibatkan kemarahan sang tukang masak Kang Janu. Keriuhan terjadi di dapur Kang Janu karena pesanan pelanggan tulisan Tinton adalah kerang bakar madu. “Tinton ki piye tho? Wong sudah jelas hanya ada kerang goreng mentega, saus padang, rebus, dan cabe bawang. Kok malah pesan kerang bakar madu?!” Tinton, jebolan langsung dari Desa Randugunting, kelabakan ketika dituding dengan sutil oleh Kang Janu. Tangannya erat menggenggam pulpen dan kertas orderan, dan tampak tergopoh cepat kembali ke meja pelanggan untuk mengubah pesanan. “Lha ini, tabel menunya sangat membingungkan, mumet saya ngapalinnya.. Coba tho ini dilihat dulu Mas Contril, piye carane biar tabel ini jadi lebih gampang.” Mas Contril, peramu minuman, sambil mengaduk teh tawar panas, tersenyum melihat Tinton. Mas Contril berujar,”Haiyah Ton, ngono ae kok mumet, sini tak ajari pakai teknologi.” Mas Contri...

Aspek-Aspek dari Teori Sosial (3): Fokus Teoritis dan Tingkat Analisa

Image
Menulis tugas akhir pada umumnya bukanlah sesuatu yang nikmat, selalu mengundang kegalauan akut bagi setiap pribadi yang mengalaminya. Tugas akhir selalu diandaikan sebagai cobaan hidup, ia dipandang sebagai penghambat keinginan-keinginan dan harapan seseorang untuk melanjutkan tahapan kehidupan ini. Jujur saja, ada yang putus kuliah, ada yang telat menikah gara-gara tugas karya ilmiahnya mandeg, ada juga yang sampai diputus sama pacarnya karena pacarnya lelah menjadi keranjang sampah curhat yang isinya itu-itu saja dan pada akhirnya si pacar menganggap calon suaminya ini dinilai tidak punya tanggung jawab terhadap dirinya. Hal-hal seperti ini banyak mewarnai cerita drama-drama tragedi mahasiswa akibat terbentur karya ilmiah. Pun demikian hal ini bisa dihindari apabila mahasiswa memahami tentang alur penteorian, fokus teoritis dan tingkat analisa, ketika ia menyusun bab pendahuluan dan bab kajian pustaka, karena ia akan dengan lancar dalam mengargumentasikan dan selanjutnya akan lebih...

Aspek-Aspek dari Teori Sosial (2): Arah Penteorian

Image
Artikel sebelumnya telah ditunjukan peta-benak yang merupakan anatomi dari teori. Pernah juga telah dibahas mengenai pemaparan praktis, yaitu suatu prosedur pembuatan telaah kritis yang juga telah menyinggung arah penteorian. Pembaca dapat merujuk ke Membuat Telaah Kritis bagian ke-6 untuk mengetahui ihwal prosedur tersebut. Kali ini penulis akan menjelaskan dua arah penelitian yang memiliki keunikannya dan kesulitannya sendiri-sendiri. Dalam bidang filsafat sendiri, dua arah penelitian ini merupakan dinamika proses ‘mengetahui’ itu sendiri yang tidak bisa dipertentangkan begitu saja, mana yang lebih benar dan lebih unggul. Masing-masing arah adalah gerak penalaran manusia itu sendiri dalam menjelaskan realitas. Hal ini merupakan suatu cara memandang realitas itu dengan sudut pandang yang berbeda. Kita tidak bisa memandang bahwa dua sudut pandang tersebut dalam dikotomi biner, namun kenyataannya realitas selalu bersifat misteri yang membebaskan si penafsirnya dengan sudut pan...

Aspek-aspek dari Teori Sosial (1) : Pengantar

Image
Pada artikel sebelumnya, penulis membahas mengenai anasir-anasir pada teori ilmu-ilmu sosial. Artikel berikut ini, bertujuan untuk membahas lebih lanjut anatomi pada suatu teori. Hal ini berguna bagi pembaca untuk memahami segala kerumitan suatu teori. Suatu teori yang rumit, secara sederhana dapat dibedah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, yang paling tidak Neuman (2014) memaparkan ada lima aspek pokok, yang meliputi: (1) arah penteorian, (2) tingkat analisa, (3) fokus teoritis, (4) bentuk penjelasan, dan (5) jajaran suatu teori. Berikut dibawah ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai aspek-aspek tersebut. Bagan 1. Peta Benak (Mind-Map) Anatomi Suatu Teori Sosial  Rekomendasi Bacaan Neuman, W. L. (2014). Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approaches (7th ed.). Harlow: Pearson Education Ltd.

Anasir-Anasir pada Teori Ilmu-Ilmu Sosial

Image
Sejauh apa anda mampu memahami kehidupan keseharian, sejauh apa anda dibuat bingung oleh kejadian-kejadian yang menghampiri kita, entah melalui berita, linamasa teman anda di media sosial, grup WhatsApp, atau cerita-cerita seseorang dari Instagram. Barang kali kita sering terpantik emosi kita yang lantas membuat kita tertawa pun menjadi geram, namun bagi siapa saja yang tidak ingin melalui kehidupan ini begitu saja, kadang kala fenomena-fenomena yang ada di sekitar kita menuntut refleksi lebih dalam untuk mencari jawab atas tanya dalam benak kita. Tanpa sadar kita pun menjadi larut dalam pelayaran dalam dunia maya untuk mencari lebih dalam atau sekedar mencari informasi tambahan untuk memuaskan dahaga kecurigaan kita. Katakanlah fenomena poligami yang semakin marak dan “diamini” oleh kaum hawa, angka perceraian yang meningkat, berkelahinya antara ojek online dengan supir taksi beberapa tempo lalu, ekstrimisme beragama yang memicu intoleransi, ribut-ribut antar pendukung pasang...

Homo Digitalis (4): Pengangguran, Jejaring dan Ekonomi Informal (bagian II)

Image
“Masih nganggur aja! Kenapa gak jadi wirausaha aja, lo dah S-2 sayang kali kalau cuma jadi jongos di perusahaan, lagipula jarang lah perusahaan ngasih gaji lebih tinggi, kenyataannya gak jauh beda sama yang lulusan S-1..” Tidak jarang memang opini semacam itu dilantunkan oleh kebanyakan orang sebagai bentuk simpati dan sekaligus tawaran solusi kepada seorang temannya yang sedang menganggur. Tidak salah memang opini tersebut, namun menjadi wirausaha itu tidak gampang dijalankan, itu hanya mudah untuk diucapkan. Menjadi karyawan itu jauh lebih enak, nunggu disuruh-suruh aja, asal bisa bermuka manis dengan atasan, pinter-pinter berpolitik dalam organisasi, tahan dengan drama-drama yang terjadi di antara teman sejawat, terima dan bersyukur dengan gaji yang segitu-segitu aja. Dalam hal ini, menjadi wirausaha itu perlu mengubah pola pikir dan bahkan falsafah hidup. Artikel ini adalah lanjutan dari ulasan sebelumnya (lihat: Pengangguran, Jejaring dan Ekonomi Informal bag. I ) )mengenai rela...