Posts

Showing posts with the label inspiration and self-motivation

Seri Belajar Pasar Modal (1): Pengantar

Image
“Lho, kegiatan lo sekarang main saham, brur? Tanya Supri kepada kawannya Susilo. “Iya, nih! Baru mulai sih, masih belajar-belajar juga ini, emang kenapa gituh?” Tanya Silo balik, “Yah, enggak… sebenernya gue sih dah kepingin lama, cuma takut aja, kan banyak cerita-cerita orang tuh, banyak yang jadi bunuh diri gara-gara main saham. Nah, gue kagak paham dah tuh, kenapa? Lagi pula, main saham bukannya kayak judi yah brur, takut dosa gue?” Permainan judi adalah bentuk permainan yang tidak fair, karena bandar judi sudah menetapkan aturan yang selalu memenangkan dirinya. Sedangkan, di pasar modal perdagangan saham bukanlah seperti judi, tetapi ada suatu peraturan berdagang yang menguntungkan semua pihak, yaitu: pedagang, pialang, dan institusi pasar modalnya sendiri. Sumber gambar:  https://www.forbes.com “Ah gila, lo.. jangan gampang percaya ah sama yang kaya-kaya gitu, itu cuma alesan orang yang kagak ngerti aja pasar modal tuh gimana… yang gitu-gitu tuh cuma mitos kali brur...

Kaleidoscope 2018

Image
Percayakah kamu bahwa sebuah sejarah akan berulang? Seberapa yakinkah kamu bahwa jalan hidup seseorang sudah digariskan oleh sebuah takdir, bahwa seberapa kuat dirimu mendayung kapalmu, toh akhirnya hanya tiba pada sebuah tempat yang sudah ditentukan sebelumnya. Suatu predestinasi dalam hidup, yang membawa kita mengalami suatu kejadian yang sama dan berulang. Oh, semesta apakah rencanamu atas hidupku? Semesta dan cinta, sumber gambar: www.express.co.uk Sudah dua tahun berlalu semenjak kapalku berlayar, namun hanya bisa terombang-ambing di tengah-tengah samudera ketidakpastian. Apa yang hendak diimpikan dan dibangun dua tahun lalu lambat laun akan sirna. Kapal yang tadinya dibangun bersama, dengan lunas yang besar dan tiang-tiang layar yang begitu tinggi, porak-poranda diterjang badai keserakahan dan kepongahan. Pun sekarang, masing-masing awaknya menyelamatkan diri dengan sekoci kecil pribadinya, meninggalkan seorang nahkoda durjana bersama kapal bobroknya. Tahun ini, pela...

Masih Pentingkah Mengejar Pendidikan hingga Jenjang Doktoral?

Image
Apakah aku harus menempuh sekolah lagi? Masih perlukah aku memenuhi sebuah janji diri? Masih mampukah aku melakukan sebuah pekerjaan yang mungkin saja itu tidak berarti? Bagaimana jika aku gagal lagi? Untuk apakah kulakukan ini semua? Entahlah… Feodalisme dalam industri pendidikan demi mencetak struktur berpikir yang seragam. Sumber gambar: alexmorellon.deviantart.com Pertanyaan diatas adalah hasil  overthingking saya atas pertanyaan seorang kawan yang mengingatkanku untuk terus melanjutkan ke Akademia hingga jenjang tertinggi, yaitu tempat dimana para filsuf dibimbing dan diberikan cara hidup dengan disiplin ketat. Itu semua adalah pertanyaan-pertanyaan yang tidak bisa kuhentikan. Lalu lalang dan serba lansir di dalam benakku. Yah hidup yang sudah di siang bolong ini dan masih menjadi gelandangan memang tidak mudah untuk dijalani. Yah jika sudah seperti ini, masih perlukah kata-kata sakti motivasi? Sepertinya ‘ya’ namun memang sayanya saja yang kelewat bebal, jadin...

Hidup Nomaden: Ketika Airport Menjadi Rumah

Image
Bukan suatu keputusan yang bersifat spontanitas untuk mengunjungi Canggu. Sudah lama memiliki keinginan untuk berpindah dari suatu tempat. Rasa ketidakkerasan dalam suatu ruang sosial di kota urban yang makin lama semakin menyerang psikologis diri. Ada sebuah pertanyaan reflektif terkait dengan ketidakkerasan ini dan keinginan untuk pindah dan tinggal di kota-kota lain. Bukankah sejatinya hidup ini memang sebuah perjalanan, yang tidak pernah menginginkan suatu persinggahan dalam waktu? Persawahan di daerah Pererenan, Mengwi. Sumber gambar: Penulis Hasil dari riset beberapa informasi yang dilansir blog-blog para warga expat yang tinggal di daerah itu, pekerjaan mereka adalah self-employment , dengan kata lain mereka bekerja untuk diri mereka sendiri. Kebanyakan mereka bekerja sebagai tenaga kerja lepas digital. Seorang tetangga villa yang saya tinggali mengkonfirmasi hal itu. Hasil obrolan singkat kami saat itu ada hal-hal yang membuat saya semakin penasaran, mengapa Canggu m...

Αμβροσία

Image
Tepat di tanggal 01 Februari 2018 kemarin, berjalan enam tahun sepuluh hari semenjak Kundi Amerta , Blog ini terus merekam berbagai jejak-jejak pemikiran. Tidak disangka ternyata pengunjung blog ini mencapai 33180 dengan rata-rata 5-20 kunjungan per hari, dengan komposisi pengunjung paling banyak dari Indonesia yaitu sebesar 73.73% (untuk lengkapnya dapat memperhatikan gambar peraga 1). Dalam hal ini, untuk artikel yang paling diminati adalah Membuat Telaah Kritis bagian Kedua. Melalui data tersebut, dengan tidak mempertimbangkan adanya keterlibatan  hacker maupun botnet , artinya porsi terbesar audiens dari blog ini sudah tepat sasaran yaitu para warganet Indonesia yang membutuhkan informasi terkait dengan tema-tema kuliah penelitian bagian pengantar. Tema-tema ini adalah hal-hal metodologis yang mengupayakan sikap kritis peneliti. Hal ini penting bagi kami untuk terus berkarya menyebarluaskan ilmu pengetahuan, mengingat bahwa ketimpangan ekonomi dan jurang literasi masyarakat ...

Pilar Kedua: Pasio

Image
Suatu hari saya menerima pesan singkat di layar gawai saya. Whatsupp dari nomor +86136 …, Ia menyapa saya dengan akrab dan bertanya. “Sekarang domisili dimana?” Alih-alih saya membalas pesan singkat itu, saya berpikir siapakah yang menghubungi sambil menerka-nerka dari manakah asal kode negara yang ada dalam nomor itu. Ah.. pasti seorang sahabat lama, siapa lagi jika bukan. Memang saya akhir-akhir ini lebih menutup diri. Bagi yang agak sensitif dengan paham kolektivisme dan mengiyakan bahwa “Neraka adalah orang lain” memang hidup dalam cangkang itu memberi rasa nyaman dan juga berasa aman. Toh andaikan ia hendak menawari saya Multi Level Marketing atau kesempatan menjadi nasabah investasi tertentu akan tidak cukup berprospek. Sisa-sisa Kuil Dewa Apollo di Delphi, Athena, Yunani, sumber:  https://en.wikipedia.org/wiki/Delphi Lantas kubuka pesan itu. Ia pun dengan segera membalas pesanku. “Sibuk di galeri seni?” “Ga mau lanjut doctoral? Hehe…” Sungguh tidak disang...